AD /ART Himastron

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMPUNAN MAHASISWA ASTRONOMI

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

PEMBUKAAN

Oleh dorongan hak dan tanggung jawab serta pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan almamater ITB, kami mahasiswa Astronomi ITB mempunyai kewajiban belajar, berkarya, dan berjuang.

Atas dasar ini pula, sesuai dengan kemurnian, kedaulatan dan asas kemahasiswaan, mahasiswa Astronomi ITB berhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Astronomi ITB.

Kemudian untuk mencapai tujuan kesejahteraan anggota dan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran berdasarkan kemanusiaan, disusunlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga berdasarkan kemahasiswaan yang murni.

 

ANGGARAN DASAR

BAB I

NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1

Organisasi ini bernama Himpunan Mahasiswa Astronomi Institut Teknologi Bandung atau disingkat Himastron ITB.

Pasal 2

Himastron ITB didirikan tanggal 19 Oktober 1965 di Observatorium Bosscha, Lembang.

Pasal 3

Himastron ITB berkedudukan di tempat Institut Teknologi Bandung berada.

 

 

BAB II

ASAS, SIFAT, DAN TUJUAN

Pasal 4

Asas Himastron ITB adalah Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Pasal 5

Himastron ITB bersifat demokratis dan keahlian.

Pasal 6

Himastron ITB bertujuan:

  1. Memperjuangkan kepentingan anggota dalam bidang studi dan kesejahteraan.
  2. Memupuk dan membina kekeluargaan antaranggota.
  3. Membentuk anggota yang kreatif, inovatif, berwawasan luas, dan berbudi pekerti luhur.
  4. Memperjuangkan nilai-nilai kebenaran berdasarkan kemanusiaan.
  5. Mengembangkan dan memasyarakatkan ilmu astronomi.

 

BAB III

HUBUNGAN KELEMBAGAAN

Pasal 7

Himastron ITB menjalin hubungan baik dengan Institut Teknologi Bandung beserta struktur kelengkapannya.

Pasal 8

Ayat 1. Himastron ITB menghormati organisasi kemahasiswaan lain di ITB.

Ayat 2. Kerja sama dengan organisasi kemahasiswaan lain di ITB, dilakukan atas dasar kesamaan tujuan.

Pasal 9

Hubungan dengan lembaga atau perseorangan di masyarakat, berlandaskan pengabdian kepada masyarakat dan saling menguntungkan.

 

BAB IV

KEANGGOTAAN

Pasal 10

Anggota Himastron ITB terdiri atas:

  1. Anggota Muda
  2. Anggota Biasa
  3. Anggota Kehormatan

 

 

BAB V

ORGANISASI

Pasal 11

Pemegang kekuasaan dan kedaulatan tertinggi di Himastron ITB adalah anggota yang direpresentasikan dalam Rapat Anggota Himastron ITB.

Pasal 12

Kelengkapan organisasi Himastron ITB adalah:

  1. Dewan Pertimbangan Mahasiswa Himastron ITB atau disingkat DPM Himastron ITB.
  2. Pengurus Himastron ITB.

 

BAB VI

RAPAT ANGGOTA

Pasal 13

Ayat 1.   Rapat Anggota Himastron ITB terdiri dari Rapat Anggota Tahunan dan Rapat Anggota Khusus.

Ayat 2.   Rapat Anggota Khusus terdiri atas:

  1. Rapat Pembubaran Himastron ITB.
  2. Rapat Perubahan dan Pengesahan AD dan ART Himastron ITB.
  3. Rapat Anggota Khusus Lain-Lain.

 

BAB VII

KEUANGAN

Pasal 14

Keuangan Himastron ITB diperoleh dari:

  1. Iuran Anggota Biasa.
  2. Sumbangan yang tidak mengikat.
  3. Usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan AD dan ART Himastron ITB.

Pasal 15

Keuangan Himastron ITB dikelola oleh Pengurus Himastron ITB.

 

 

BAB VIII

ATRIBUT

Pasal 16

Ayat 1. Atribut Himastron ITB terdiri atas:

  1. Jaket Himastron ITB.
  2. Bendera Himastron ITB.
  3. Lambang Himastron ITB.

Ayat 2. Atribut Himastron ITB beraspirasikan astronomi.

 

BAB IX

PERUBAHAN AD DAN ART HIMASTRON ITB

Pasal 17

Usulan pengubahan AD dan ART Himastron ITB diajukan atas persetujuan minimal dua pertiga Anggota Biasa.

 

BAB X

PEMBUBARAN HIMASTRON ITB

Pasal 18

Usulan pembubaran Himastron ITB diajukan atas persetujuan minimal tiga perempat jumlah Anggota Biasa.

 

BAB XI

HAL-HAL LAIN

Pasal 19

Hal-hal lain yang tidak tercantum dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan Penjelasan AD dan ART Himastron ITB.

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA

BAB I

KEANGGOTAAN

Pasal 1

Ayat 1.   Keanggotaan Himastron ITB terdiri atas:

  1. Anggota Muda adalah seluruh mahasiswa strata satu Astronomi ITB.
  2. Anggota Biasa adalah Anggota Muda yang telah dinyatakan lulus dari proses kaderisasi awal oleh Pengurus Himastron ITB.
  3. Anggota Kehormatan adalah:
  4. Mantan mahasiswa Astronomi ITB yang pernah menjadi Anggota Biasa
  5. Mahasiswa atau bukan mahasiswa yang diangkat karena hal-hal tertentu.

Ayat 2. Pengangkatan Anggota Kehormatan untuk ayat 1, poin 3 bagian b, dilakukan oleh Pengurus Himastron ITB setelah disetujui oleh DPM Himastron ITB.

Pasal 2

Ayat 1.   Kewajiban Anggota Himastron ITB

  1. Setiap Anggota Himastron ITB wajib menjunjung tinggi dan menaati AD dan ART Himastron ITB serta peraturan yang berlaku di Himastron ITB.
  2. Memelihara dan menjaga nama baik Himastron ITB.
  3. Setiap Anggota Biasa wajib membayar iuran anggota sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Pengurus Himastron ITB.

Ayat 2.   Hak Anggota Himastron ITB

  1. Anggota Muda dan Anggota Kehormatan
  • Mengeluarkan pendapat pada saat Rapat Anggota Himastron ITB.
  • Memiliki hak suara pada saat Rapat Pembubaran Himastron ITB.
  • Memberikan saran untuk Himastron ITB.
  • Mengikuti kegiatan Himastron ITB atas persetujuan Pengurus Himastron ITB.
  • Menggunakan fasilitas Himastron ITB atas persetujuan Pengurus Himastron ITB.
  • Membawa nama Himastron ITB atas persetujuan Pengurus Himastron ITB.

2. Anggota Biasa

  • Menyampaikan ide dengan cara lisan, tulisan, dan bentuk lainnya.
  • Mengikuti kegiatan Himastron ITB.
  • Menggunakan fasilitas Himastron ITB.
  • Membawa nama Himastron ITB atas persetujuan Pengurus Himastron ITB.
  • Memilih dan dipilih dalam pemilihan umum.
  • Mengeluarkan pendapat dan memiliki hak suara pada saat Rapat Anggota Himastron ITB.

Ayat 3. Tata cara penggunaan kewajiban dan hak diatur dalam peraturan tersendiri yang dibuat oleh Pengurus Himastron ITB dan disetujui DPM Himastron ITB.

Pasal 3

Ayat 1. Anggota Himastron ITB yang melanggar AD dan ART Himastron ITB akan diberi sanksi berupa:

  1. Peringatan tertulis.
  2. Pencabutan status keanggotaan.

Ayat 2. Mekanisme sanksi diatur dalam aturan tersendiri yang dibuat dan disetujui oleh Pengurus Himastron ITB bersama DPM Himastron ITB.

Pasal 4

Status keanggotaan Himastron ITB hilang jika:

  1. Meninggal dunia.
  2. Tidak lagi menjadi mahasiswa Astronomi ITB, kecuali Anggota Kehormatan.
  3. Keanggotaannya dicabut oleh Pengurus Himastron ITB dan disetujui oleh DPM Himastron ITB.
  4. Dalam tenggang waktu satu minggu setelah menyatakan pengunduran diri secara tertulis, tidak mencabut pernyataan tersebut.

 

BAB II

RAPAT ANGGOTA

Pasal 5

Ayat 1.   Rapat Anggota Tahunan sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah Anggota Biasa.

Ayat 2.   Rapat Anggota Khusus:

  1. Rapat Perubahan dan Pengesahan AD dan ART Himastron ITB sah apabila dihadiri oleh minimal dua pertiga jumlah Anggota Biasa dan disetujui oleh minimal tiga perempat jumlah Anggota Biasa yang hadir.
  2. Rapat Pembubaran Himastron ITB sah apabila dihadiri oleh minimal tiga perempat jumlah Anggota Himastron ITB dan disetujui oleh lebih dari empat perlima jumlah anggota yang hadir.
  3. Rapat Anggota Khusus Lain-Lain sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah Anggota Biasa.

Pasal 6

Rapat Anggota Himastron ITB diselenggarakan oleh DPM Himastron ITB minimal satu kali dalam setahun.

Pasal 7

Ayat 1. Rapat Anggota Tahunan dan Rapat Anggota Khusus Lain-Lain diselenggarakan atas usul dari:

  1. Minimal sepertiga dari jumlah Anggota Biasa non Pengurus Himastron ITB kepada DPM Himastron ITB.
  2. DPM Himastron ITB dengan persetujuan minimal sepertiga jumlah Anggota Biasa non Pengurus Himastron ITB.
  3. Pengurus Himastron ITB dengan persetujuan DPM Himastron ITB.

Ayat 2.   Jika DPM Himastron ITB tidak dapat menyelenggarakan Rapat Anggota Himastron ITB, maka minimal dua pertiga jumlah Anggota Biasa dapat menunjuk Pengurus Himastron ITB untuk menyelenggarakan Rapat Anggota Himastron ITB.

Pasal 8

Tugas Rapat Anggota Himastron ITB adalah:

  1. Menyusun dan mengesahkan Garis-Garis Besar Program Kerja.
  2. Memilih dan menetapkan Ketua Himastron ITB.
  3. Mengesahkan DPM Himastron ITB.
  4. Mengevaluasi pertanggungjawaban DPM Himastron ITB.
  5. Mengevaluasi pertanggungjawaban Ketua Himastron ITB.
  6. Mengesahkan AD dan ART Himastron ITB.

Pasal 9

Wewenang Rapat Anggota Himastron ITB adalah:

  1. Mengubah Garis-Garis Besar Program Kerja.
  2. Menerima atau menolak pertanggungjawaban DPM Himastron ITB.
  3. Menerima atau menolak pertanggungjawaban Ketua Himastron ITB.
  1. Mengubah AD dan ART.
  2. Membubarkan Himastron ITB.
  3. Mengeluarkan Ketetapan Rapat Anggota Himastron ITB.

Pasal 10

Ayat 1.   Keputusan Rapat Anggota Himastron ITB diambil secara musyawarah.

Ayat 2. Bila tidak tercapai mufakat, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.

Pasal 11

Ayat 1.   Rapat Anggota Tahunan

  1. Rapat tertunda I, satu jam sesudah waktu yang ditentukan, sah apabila dihadiri oleh minimal dua perlima jumlah Anggota Biasa.
  2. Rapat tertunda II, dua jam sesudah waktu yang ditentukan, sah apabila dihadiri oleh minimal sepertiga jumlah Anggota Biasa.

Ayat 2.   Rapat Anggota Perubahan dan Pengesahan AD dan ART Himastron ITB

  1. Rapat tertunda I, satu jam sesudah waktu yang ditentukan, sah apabila dihadiri oleh minimal setengah jumlah Anggota Biasa.
  2. Rapat tertunda II, dua jam sesudah waktu yang ditentukan, sah apabila dihadiri oleh minimal sepertiga jumlah Anggota Biasa.

Ayat 3.   Rapat Anggota Pembubaran Himastron ITB

  1. Rapat tertunda I, satu jam sesudah waktu yang ditentukan, sah apabila dihadiri oleh minimal dua pertiga jumlah Anggota Himastron ITB.

Rapat tertunda II, dua jam sesudah waktu yang ditentukan, sah apabila dihadiri oleh minimal setengah jumlah Anggota Himastron ITB.

 

BAB III

DEWAN PERTIMBANGAN MAHASISWA

Pasal 12

Ayat 1.   DPM Himastron ITB adalah perwakilan setiap angkatan yang masih sah terdaftar sebagai mahasiswa Astronomi ITB dan merupakan Anggota Biasa Himastron ITB.

Ayat 2.   Pemilihan anggota DPM Himastron ITB merupakan hak otonom masing-masing angkatan.

Pasal 13

Tugas DPM Himastron ITB adalah:

  1. Menjunjung tinggi dan menaati AD dan ART Himastron ITB.
  2. Mengawasi jalannya kepengurusan dengan acuan AD dan ART Himastron ITB.
  3. Melaporkan hasil kerjanya secara tertulis kepada Anggota Biasa minimal empat bulan sekali.
  4. Menampung dan menyampaikan setiap saran anggota kepada Pengurus Himastron ITB.
  5. Mempertanggungjawabkan hasil kerjanya dalam Rapat Anggota Himastron ITB.
  6. Menyelenggarakan Rapat Anggota Himastron ITB.
  7. Menyelenggarakan Pemilihan Umum Ketua Himastron ITB.

Pasal 14

Wewenang DPM Himastron ITB adalah:

  1. Mengeluarkan memorandum I kepada Pengurus Himastron ITB, apabila dalam pandangannya, Pengurus Himastron ITB telah melanggar AD dan ART Himastron ITB, yang berlaku selama tiga minggu sejak dikeluarkan.
  2. Jika waktu memorandum I habis dan menurut DPM Himastron ITB, Pengurus Himastron ITB belum memperbaiki kinerjanya, DPM Himastron ITB berhak mengeluarkan memorandum II yang berlaku selama satu minggu.
  3. Jika waktu memorandum II habis dan menurut DPM Himastron ITB, Pengurus Himastron ITB masih belum memperbaiki kinerjanya, DPM Himastron ITB berhak mengusulkan Rapat Anggota.
  4. Membuat peraturan yang diperlukan dalam lingkup DPM Himastron ITB.
  5. Bersama Pengurus Himastron ITB, membuat kebijakan yang diperlukan bagi Himastron ITB, termasuk menyatakan keadaan darurat.

Pasal 15

Keanggotaan DPM Himastron ITB akan hilang apabila :

  1. Status keanggotaannya hilang
  2. Angkatan yang diwakili, menarik mandatnya.
  3. Mengundurkan diri dengan persetujuan angkatan yang diwakilinya.
  4. Telah habis masa tugasnya.

 

BAB IV

PENGURUS

Pasal 16

Ayat 1.   Pengurus Himastron ITB adalah Ketua Himastron ITB beserta Anggota Biasa Himastron ITB yang termasuk dalam struktur kepengurusan.

Ayat 2.   Struktur kepengurusan Himastron ITB dibentuk oleh Ketua Himastron ITB sesuai dengan kebutuhan.

Ayat 3. Masa jabatan Pengurus Himastron ITB adalah sampai diselenggarakan Rapat Anggota Tahunan yang berikutnya.

Pasal 17

Ketua Himastron ITB adalah pimpinan tertinggi dalam Pengurus Himastron ITB.

Pasal 18

Ketua Himastron ITB dipilih melalui Pemilihan Umum Ketua Himastron ITB dan disahkan dalam Rapat Anggota Tahunan.

Pasal 19

Syarat-syarat Ketua Himastron ITB adalah :

  1. Sudah satu tahun menjadi Pengurus Himastron ITB dan bukan Anggota Kehormatan.
  2. Tidak terkena sanksi akademis dari ITB.
  3. Tidak menjabat sebagai ketua organisasi lain.

Pasal 20

Tugas Ketua Himastron ITB adalah :

  1. Melaksanakan Garis-Garis Besar Program Kerja.
  2. Menyusun dan mengendalikan kepengurusannya.
  3. Mempertanggungjawabkan kepengurusannya pada Rapat Anggota.
  4. Mewakili Himastron ITB dalam hubungan-hubungan keluar.

Pasal 21

Ketua Himastron ITB berwenang memberikan penghargaan atau sanksi kepada anggota Himastron ITB sesuai dengan mekanisme yang ada.

Pasal 22

Tugas Pengurus Himastron ITB adalah :

  1. Menjunjung tinggi dan menaati AD dan ART Himastron ITB.
  2. Menyusun program kerja yang sesuai dengan AD dan ART Himastron ITB.
  1. Mengevaluasi program kerja yang telah disusun.
  2. Memberikan tanggapan atas memorandum yang dikeluarkan oleh DPM Himastron ITB

Pasal 23

Wewenang Pengurus Himastron ITB adalah:

  1. Membuat aturan dalam lingkup kepengurusan.
  2. Mengusulkan Rapat Anggota Himastron ITB kepada DPM Himastron ITB.
  3. Bersama DPM Himastron ITB, membuat kebijakan yang diperlukan bagi Himastron ITB

Pasal 24

Jabatan Ketua Himastron ITB hilang apabila :

  1. Habis masajabatannya.
  2. Berhalangan tetap.

Pasal 25

Ketua Himastron ITB dinyatakan berhalangan tetap apabila :

  1. Status keanggotannya hilang.
  2. Menyatakan pengunduran diri secara tertulis dari jabatan Ketua Himastron ITB kepada Rapat Anggota Himastron ITB.
  3. Ditarik mandatnya dalam Rapat Anggota Himastron ITB.

Pasal 26

Apabila Ketua Himastron ITB berhalangan tetap, maka pimpinan tertinggi dipegang oleh orang yang ditunjuk oleh DPM Himastron ITB sampai diselenggarakannya Rapat Anggota Himastron ITB dengan syarat :

  1. Disetujui Anggota Pengurus Himastron ITB yang bukan Ketua Himastron ITB yang telah berhalangan tetap.
  2. Dipertanggungjawabkan kepada anggota Himastron ITB.

Pasal 27

Dalam keadaan darurat, Pengurus Himastron ITB memberlakukan suatu peraturan yang telah disusun bersama DPM Himastron ITB.

 

BAB V

KEUANGAN

Pasal 28

Ayat 1.   Pengurus Himastron ITB mengelola Anggota Biasa.

Ayat 2.   Iuran Anggota Biasa dikelola oleh Pengurus Himastron ITB dengan persetujuan Anggota Biasa.

Pasal 29

Ayat 1.   Pengurus Himastron ITB pada permulaan masa tugasnya wajib menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja yang disosialisasikan kepada Anggota Biasa dan dipertanggungjawabkan di akhir masa kepengurusan melalui Rapat Anggota.

Ayat 2.   DPM Himastron ITB pada permulaan masa tugasnya wajib menyusun anggaran keuangan dan diajukan kepada Pengurus Himastron ITB.

Ayat 3.   Pengurus Himastron ITB dapat mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja apabila diperlukan.

Pasal 30

Sumbangan adalah uang atau materi yang dapat diuangkan yang didapat dari berbagai sumber di luar Himastron ITB secara legal.

Pasal 31

Dana dari usaha lain adalah dana hasil usaha dan kegiatan Himastron ITB berupa uang atau materi yang dapat diuangkan.

 

BAB VI

ATRIBUT

Pasal 32

Ayat 1.   Bentuk dasar lambang Himastron ITB adalah lingkaran.

Ayat 2   Lambang Himastron ITB terdiri atas :

  1. Warna dasar biru tua.
  2. Huruf Gamma berwarna kuning.
  3. Lambang Ganesha ITB berwarna kuning terletak di depan huruf Gamma.
  4. Tulisan “ HIMPUNAN MAHASISWA ASTRONOMI ITB “ di sekeliling huruf Gamma.

Pasal 33

Ayat 1. Bentuk dasar bendera Himastron ITB adalah persegi panjang dengan perbandingan panjang 3 : 2

Ayat 2.   Bendera Himastron ITB terdiri atas :

  1. Warna dasar biru tua.
  2. Empat buah bintang berwarna kuning yang membentuk konstelasi salib selatan pada pojok kiri atas.
  3. Garis melintang dan membujur berwarna merah pada bagian dalam dan putih pada bagian luarnya.
  4. Lambang Ganesha ITB berwarna kuning pada pojok kanan bawah.
  5. Tulisan “ HIMASTRON “ berwarna kuning pada pojok kiri bawah.
  6. Garis melengkung ke bawah berwarna kuning pada bagian dalam dan warna putih pada bagian luar, terletak di antara konstelasi salib selatan dan garis melintang-membujur.

Pasal 34

Ayat 1.   Jaket Himastron ITB memiliki warna dasar biru tua pada bagian parasut dan biru langit pada bagian kain.

Ayat 2.   Emblem bendera Himastron ITB terletak di dada sebelah kiri pada kedua sisi dan emblem lambang Himastron ITB terletak di lengan kanan atas pada sisi kain.

Pasal 35

Atribut Himastron ITB wajib dijaga penggunaannya secara bertanggung jawab oleh anggota Himastron ITB.

 

BAB VII

JANJI HIMASTRON

Pasal 36

Janji Himastron diucapkan pada saat :

  1. Pelantikan Anggota Muda menjadi Anggota Biasa Himastron ITB.
  2. Pelantikan Ketua Himastron ITB dan DPM Himastron ITB.
  3. Pelantikan Anggota Kehormatan yang diangkat karena hal-hal tertentu.

 

BAB VIII

TAMBAHAN

Pasal 37

Hal-hal lain yang belum diatur dalam AD dan ART Himastron ITB akan diatur dalam Rapat Anggota Himastron ITB dan/atau rapat yang derajatnya lebih rendah dari itu.

Pasal 38

Ayat 1.   Dengan disahkannya AD dan ART Himastron ITB ini, maka AD dan ART yang sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi.

Ayat 2.   AD dan ART Himastron ITB ini berlaku bagi seluruh anggota Himastron ITB sejak disahkan.

 

PENJELASAN ANGGARAN DASAR DAN

ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMASTRON ITB

PEMBUKAAN

 

  • Yang dimaksud dengan mahasiswa astronomi ITB di sini adalah anggota Himpunan Mahasiswa Astronomi ITB.
  • Yang dimaksud dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga di sini adalah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Himastron ITB yang mencakup Pembukaan, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Penjelasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Himastron ITB.
  • Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Himastron ITB untuk selanjutnya dapat disingkat menjadi AD dan ART Himastron ITB.
  • Yang dimaksud dengan asas kemahasiswaan di sini adalah Tridharma Perguruan Tinggi.
  • Yang dimaksud dengan kemurnian di sini adalah tidak dicampuri oleh kepentingan pribadi atau kepentingan golongan.
  • Yang dimaksud dengan kedaulatan di sini adalah mahasiswa Astronomi ITB memiliki kekuasaan penuh dalam menentukan kebijakannya sendiri.

ANGGARAN DASAR

BAB I

NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1

Penulisan singkatan resmi nama organisasi adalah Himastron ITB.

Pasal 2

Secara de facto Himastron ITB didirikan tanggal 19 Oktober 1965 sedangkan secara de jure Himastron ITB disahkan tanggal 16 Oktober 1978 bersamaan dengan ditetapkannya AD dan ART Himastron ITB.

Pasal 3 Sudah jelas

 

BAB II

ASAS, SIFAT, DAN TUJUAN

Pasal 4

Sudah jelas.

Pasal 5

  • Yang dimaksud dengan demokratis di sini adalah setiap anggota Himastron ITB mendapatkan perlakuan yang sama dan memiliki kebebasan berpendapat yang diwujudkan dalam mekanisme berorganisasi.
  • Yang dimaksud dengan keahlian di sini adalah sesuai dengan bidang ilmu astronomi dan nonastronomi.

Pasal 6

Sudah jelas.

 

BAB III

HUBUNGAN KELEMBAGAAN

Pasal 7

Sudah jelas

Pasal 8

Ayat 1:

Sudah jelas.

Ayat 2:

Yang dimaksud dengan kesamaan tujuan di sini adalah kesamaan tujuan dalam kerja sama.

Pasal 9

Yang dimaksud dengan saling menguntungkan di sini adalah mendapatkan sesuatu yang positif dari kerjasama tersebut dan tidak berarti harus mendapatkan dana.

 

BAB IV

KEANGGOTAAN

Pasal 10

Sudah jelas

 

BAB V

ORGANISASI

Pasal 11

Sudah jelas

Pasal 12

Sudah jelas

 

BAB VI

RAPAT ANGGOTA

Pasal 13

Ayat 1:

Yang dimaksud dengan Rapat Anggota Tahunan di sini adalah rapat anggota yang diselenggarakan pada akhir satu periode kepengurusan Ketua Himastron ITB dan DPM Himastron ITB.

Ayat 2:

Yang dimaksud dengan Rapat Anggota Khusus Lain-Lain di sini adalah rapat anggota untuk membahas hal-hal yang memerlukan persetujuan rapat anggota dan tidak tercakup pada ayat 2 poin 1 dan 2.

 

BAB VII

KEUANGAN

Pasal 14

Sudah jelas

Pasal 15

Sudah jelas

 

BAB VIII

ATRIBUT

Pasal 16

Ayat 1:

Sudah jelas.

Ayat 2:

Sudah jelas.

 

BAB IX

PERUBAHAN AD DAN ART HIMASTRON ITB

Pasal 17

Sudah jelas.

 

BAB X

PEMBUBARAN HIMASTRON ITB

Pasal 18

Sudah jelas

 

BAB XI

HAL-HAL LAIN

Pasal 19

Sudah jelas

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMASTRON ITB

BAB I

KEANGGOTAAN

Pasal 1

Ayat 1

Keanggotaan Himastron ITB

  1. Sudah jelas
  2. Sudah jelas
  3. Yang dimaksud dengan mantan Mahasiswa Astronomi ITB di sini adalah Anggota Biasa yang telah lulus Strata-1 Astronomi ITB maupun yang tidak dapat melanjutkan studi karena alasan tertentu. Peralihan status dari Anggota Biasa menjadi Anggota Kehormatan adalah pada saat mahasiswa tersebut secara resmi tidak lagi menjadi mahasiswa Astronomi ITB.
  4. Sudah jelas

Ayat 2

Sudah jelas

Pasal 2

Ayat 1

Sudah jelas

Ayat 2

Hak

  1. Anggota muda dan anggota kehormatan
  2. Sudah jelas
  3. Sudah jelas
  4. Sudah jelas
  5. Sudah jelas
  6. Fasilitas Himastron ITB yang dimaksud adalah semua barang yang telah diinventaris oleh Pengurus Himastron ITB
  7. Sudah jelas
  8. Anggota biasa

Sudah jelas

Ayat 3 Pengurus Himastron ITB dapat menerima aspirasi dari Anggota Biasa.

Pasal 3

Sudah jelas

Pasal 4

Untuk butir 3 dan 4, status keanggotaan Himastron ITB hilang setelah dikeluarkannya Surat Keputusan Pengurus Himastron ITB yang disetujui oleh DPM Himastron ITB.

 

BAB II

RAPAT ANGGOTA

Pasal 5

Ayat 1 Sudah jelas

Ayat 2 Sudah jelas

Pasal 6

Setahun yang dimaksud adalah satu tahun masehi. Yang dimaksud menyelenggarakan disini adalah berhak menunjuk atau membentuk kepanitiaan dari Anggota Biasa.

Pasal 7

Sudah jelas

Pasal 8

Poin 6 merupakan tugas dari Rapat Anggota Perubahan dan Pengesahan AD dan ART Himastron ITB.

Pasal 9

Sudah jelas

Pasal 10

Sudah jelas

Pasal 11

Sudah jelas

 

BAB III

DPM

Pasal 12

Perwakilan angkatan yang dimaksud adalah perwakilan untuk tiap-tiap angkatan.

Pasal 13

  1. Sudah jelas
  2. Sudah jelas
  3. Isi laporan minimal mengenai kinerja pengurus.
  4. Sudah jelas
  5. Sudah jelas
  6. Sudah jelas
  7. Sudah jelas
  8. Pasal 14
  9. Sudah jelas

Pasal 14

  1. Sudah jelas
  2. Sudah jelas
  3. Sudah jelas
  4. Sudah jelas
  5. Yang dimaksud dengan keadaan darurat di sini adalah keadaan yang mengancam keberadaan Himastron ITB.

Pasal 15

  1. Mekanisme pergantian anggota DPM diserahkan kepada angkatan yang diwakilinya.
  2. Idem
  3. Idem
  4. Sudah jelas.

 

BAB IV

PENGURUS

Pasal 16 -27 Sudah jelas.

 

BAB V

KEUANGAN

Pasal 28

Ayat 1

Sudah jelas.

Ayat 2

Penentuan iuran Anggota Biasa mencakup periode dan besarnya iuran.

Pasal 29

Ayat 1

Sudah jelas.

Ayat 2

Sudah jelas.

Ayat 3

Sudah jelas.

Pasal 30

Sudah jelas.

Pasal 31

Yang dimaksud dengan usaha dan kegiatan disini adalah menggunakan sarana Himastron ITB atau fasilitas yang dikuasakan kepada Himastron ITB.

 

BAB VI

ATRIBUT

Pasal 32

Ayat 1

Sudah jelas.

Ayat 2

  1. Sudah jelas
  2. Huruf gamma menandakan titik aries yaitu titik perpotongan garis orbit semu matahari (ekliptika) dengan equator langit.
  3. Sudah jelas.
  4. Sudah jelas.

Logo Himastron

Pasal 33

Ayat 1

Sudah jelas.

Ayat 2

Yang dimaksud dengan kiri dan kanan adalah dari sudut pandang bendera

1426432152604

Pasal 34

Ayat 1

Sudah jelas.

Ayat 2

Sudah jelas.

jahim 1 Jahim 2
 Bagian Luar Bagian Dalam

Pasal 35

Sudah jelas

 

BAB VII

JANJI HIMASTRON

Pasal 36

Sudah jelas.

Janji Himastron

Kami

Debu-debu alam semesta

Berkontraksi membentuk bintang-bintang

Dalam gugus Himastron ITB

Taat berotasi dan berrevolusi

Menurut perintah Dia

Pencipta jagat raya ini

Setia memelihara

Ikatan gravitasi gugus Himastron

Serta menjunjung tinggi

Kebersamaan dalam orbit

Di bawah panji bendera kami

Vivat Himastron!

Vivat Himastron!

Vivat Himastron!


BAB VIII

TAMBAHAN

Pasal 37

Berkaitan dengan Anggaran Rumah Tangga pasal 9, Rapat Anggota juga berwenang untuk mengatur hal-hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Himastron ITB.

Pasal 38

Sudah jelas.

 

Disahkan di Ruang Seminar 2 Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung

Laboratorium Teknologi III, Lantai 4

Jalan Ganesha 10 Bandung

Pada hari Sabtu, tanggal 26 Februari 2005/17 Muharram 1426 H

Pukul 22.22 WIB

 

Atas nama anggota Himastron ITB,

Pimpinan Rapat Anggota

 

 

[Achmad Setio A.]                                                             [Evan Irawan A.]

Ketua                                                                                 Sekretaris