Transit Venus

Napak tilas Sejarah Transit Venus

“This great marvel which we have just witnessed, fellow savants (it almost takes my breath away), is nothing less thanthe transit of Venus! “(Some Learned Tales for Good Old Boys and Girls, Mark Twain, 1875)

Kata-kata di atas mengawali sebuah artikel tentang sejarah transit venus di suatu jurnal astronomi. Ya, transit venus merupakan hal yang sangat langka dalam kehidupan kita. Transit venus terjadi hanya dua kali dalam satu abad. Hal itu berarti selama hidup kemungkinan besar kita hanya dapat menikmati dua kali transit venus, jika beruntung.

Apa yang menarik dari transit Venus?

Oke, mungkin sebelumnya kami ingin mengajak anda untuk menapak tilas tentang sejarah awal pengamatan transit venus untuk merasakan betapa penting dan menariknya transit venus ini. :)

Pada tahun 1629, transit venus pertama kali diprediksi terjadi oleh Johannes Kepler, seorang astronom Jerman. Kepler memprediksi bahwa Venus akan melintas tepat di depan matahari (dilihat dari bumi) dua tahun lagi, dan 8 tahun setelahnya, yaitu tahun 1631 dan 1639. Namun sayangnya Kepler meninggal dunia pada tahun 1630, setahun sebelum peristiwa itu terjadi. Pada tahun 1631, transit Venus terjadi pada malam hari di Eropa, sehingga tidak satu pun catatan observasi transit venus yang terrekam.

Kemudian pada tahun 1639, tanggal 6 Desember, seorang saintis muda Inggris, Jeremiah Horrocks, mengamati transit Venus untuk pertama kalinya. Menurut prediksi yang telah diperhitungkan oleh Kepler, transit terjadi mulai jam 3 sore. Namun Horrocks sudah bersiap-siap untuk mengamati mulai ketika matahari terbit. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan terakhir untuk mengamati transit venus ini. Pengamatan matahari berlangsung dengan lancar pada pagi hari, kecuali pada pukul 9.00 hingga 9.50, terjadi sedikit gangguan. Pengamatan dilanjutkan hingga tengah hari. Pada pukul 13.00, tiba-tiba Horrocks mendapat panggilan kerja sampai pukul 15.15. Pekerjaannya sebagai pendeta mengharuskannya meninggalkan pengamatan. Ketika Horrocks kembali, pukul 15.15, peristiwa transit Venus baru saja dimulai. Venus baru memasuki piringan matahari, dan Horrocks berhasil mengamati hingga matahari tenggelam. Metode pengamatan yang digunakan oleh Horrocks ketika itu adalah dengan proyeksi teleskop yang pernah dilakukan oleh Gassendi dalam pengamatan transit Merkurius tahun 1631.

Di wilayah Inggris lainnya, ternyata seorang matematikawan, William Crabtree, juga mengamati transit Venus. Dalam catatan sejarah, hanya mereka berdua yang berhasil mengamati transit Venus di tahun 1639. Setelah pengamatan, kemudian Horrocks membuat laporan tentang pengamatannya, dan memperkirakan bahwa peristiwa ini akan berguna dalam perhitungan jarak di tata surya.

Sejak pengamatan tersebut hingga beberapa dekade kemudian, catatan peristiwa astronomi mulai terorganisasi. Mereka menyebutnya “New Astronomy” di Inggris pada abad ke-17. Ketika itu mulailah dibentuk The Royal Society of London and the French Academy di Paris yang bertujuan untuk berbagi dan mempublikasikan paper hasil penelitian mereka.

Pada tahun 1716, Edmund Halley, salah seorang anggota the Royal Society, mempublikasikan paper yang menjelaskan tentang cara untuk mendapatkan jarak Bumi ke Matahari (jarak tersebut merupakan satuan Astronomical Units) dengan pengamatan transit Venus. Selama ini satuan Astronomical Unit (AU) belum diketahui berapa nilai akuratnya. Dan peristiwa transit Venus nanti akan menjadi suatu peristiwa yang membuat manusia mengetahui secara lebih detil seberapa besar tata surya kita, seberapa besar alam semesta kita.

Ketika itu, Halley merasa tidak akan mungkin dapat mengamati trasit Venus di usianya yang sudah tua. Karena itu ia mengajak para astronom di seluruh dunia untuk melakukan pengamatan dan perhitungan ini. “Therefore, again and again, I recommend it to the curious strenuously to apply themselves to this observation” (www.dsellers.demon.co.uk/venus/ven_ch8.htm). Halley meminta para astronom untuk melakukan pengamatan di berbagai tempat dengan jarak yang cukup jauh, yaitu bagian utara Kanada dan Siberia, Afrika Selatan dan Pasifik selatan, Baja, Meksiko, dan wilayah Samudra Hindia.

*intermezo sedikit, tentang siklus transit venus*

Transit Venus terjadi dalam siklus 243 tahun dengan pola “sepasang dalam sepasang”. Dalam rentang tahun tersebut akan terjadi dua kali transit Venus di bulan Desember, dan dua kali di bulan Juni, dengan jeda waktu 8 tahun, 121.5 tahun, 8 tahun, 105.5 tahun, dan kembali berulang.

Berarti setelah pengamatan Horrocks di bulan Desember 1639, transit Venus akan terjadi lagi pada bulan Juni tahun 1761.

*kembali ke sejarah*

Pada tahun 1761, pengamatan dilakukan oleh lebih dari 120 pengamat dari 62 tempat pengamatan, tersebar di seluruh dunia dan di tahun 1769, pengamatan dilakukan oleh 138 pengamat di 63 tempat pengamatan. Dari kedua pengamatan tersebut, dengan perhitungan yang diusulkan oleh Halley, didapatkan jarak Bumi-Matahari  sebesar 149,7 juta km. Dari pengamatan tersebut juga didapatkan adanya keanehan ketika Venus mulai keluar dari piringan Matahari. Keanehan tersebut pada selanjutnya diketahui akibat adanya efek black drop pada Venus.

Kemudian satu abad berikutnya, transit venus terjadi pada tahun 1874 dan 1882. Dari pengamatan tersebut didapatkan jarak Bumi-Matahari dengan nilai yang lebih akurat, yaitu 149.597.870,691 km ± 0,03 km. Selain itu juga didapatkan adanya ring buram di sekitar venus (diperkirakan terlalu tipis jika hal itu berasal dari atmosfer venus) dan efek black drop.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *