Mari Mengenal Konstanta Kosmologi

himastron Artikel Leave a Comment

Sumber: https://hubblesite.org/contents/news-releases/2012/news-2012-37.html

Mari kita bicara tentang sesuatu di astronomi yang mungkin kalian sulit membayangkan. Ya! Kosmologi. Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh alam semesta. Mulai dari bagaimana alam semesta ini terbentuk dan bagaimana berevolusi.

Tentunya semua sudah mengenal Albert Einstein. Einsten mencetuskan bahwa dalam model kosmologinya, alam semesta ini statis, homogen, dan memiliki geometri bola. Hal ini berarti alam semesta tidak mengembang.

Namun, efek gravitasi dari materi di alam semesta ini akan menyebabkan alam semesta runtuh, yang tidak dikehendaki Einstein. Pada waktu itu memang belum diketahui bahwa alam semesta mengembang. Oleh karena itu, beliau memperkenalkan konstanta kosmologi kedalam persamaan medan Einstein pada 1915, dimana hukum pengembangan alam semesta ditambah konstanta kosmologi sama dengan semua materi dan energi di alam semesta.

Einstein tidak puas dengan modelnya, karena model tersebut tidak stabil. Jika dimisalkan sedikit saja gaya mendorong dari konstanta kosmologi ini melebihin kerapatan materi, maka kerapatan energi dari materi akan turun, dan gaya mendorong akan lebih besar dari gaya menarik gravitasi, sehingga alam semesta akan mengembang.

Akhirnya pada 1920, seorang astronom Amerika Serikat yaitu Edwin Hubble menggunakan bintang Cepheid sebagai penentu jarak untuk mengukur jarak ke galaksi lain. Sebagai informasi, Edwin Hubble pada masa mudanya dikenal sebagai atlet basket yang bertalenta, dan sangat menyukai olahraga.

Hubble menemukan bahwa alam semesta ini mengembang, karena galaksi-galaksi jauh bergerak secara redshift, atau menjauhi kita. Ide ini merevolusi astronomi. Karena, kalau alam semesta ini mengembang, pada awalnya tentulah alam semesta ini sangat kecil. Hal ini memunculkan konsep teori Big Bang, bahwa alam semesta ini berawal dari titik kecil yang mengembang menjadi apa yang kita ketahui sekarang.

Setelah Einstein mengetahui bahwa alam semesta ini mengembang, beliau menghilangkan konstanta kosmologi, karena dinilai tidak perlu. Beliau kemudian menyebut konstanta kosmologi sebagai kesalahan terbesar dalam hidupnya, menurut fisikawan George Gamow.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, karena pada 1929, Hubble mencetuskan konstanta Hubble, untuk menjelaskan pengembangan alam semesta. nilai konstanta Hubble yaitu sebesar 500 km/s/Mpc. Dari konstanta Hubble, diturunkan bahwa waktu Hubble, yaitu usia alam semesta jika pengembangannya linear adalah 2 milyar tahun. Sedangkan, dari penanggalan radioaktif, umur bumi saja lebih dari dua kalinya. Maka kemudia konstanta kosmologi ini kembali digunakan.

Karena semakin membaiknya instrument pengamatan, maka kini diperoleh nilai konstanta Hubble sebesar 68 km/s/Mpc. Dengan nilai ini waktu Hubble adalah 14 milyar tahun.

Sumber:

Ryden, Barbara. 2003. Introduction to Cosmology. San Fransisco: Addison Wesley

Smith, Robert. 2019. Edwin Hubble. Diakses di https://www.britannica.com/biography/Edwin-Hubble

Did Einstein Predict Dark Energy ?. Diakses di http://hubblesite.org/hubble_discoveries/dark_energy/de-did_einstein_predict.php

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *