Polusi Cahaya: Musuh Astronom

himastron Artikel Leave a Comment

Darimana asal polusi cahaya? Seberapa bahaya dampak yang ditimbulkan polusi cahaya bagi pengamatan Astronomi? Mengapa penggunaan lampu jenis tertentu dapat memperburuk tingkat polusi cahaya?

Penggunaan lampu sebagai penerangan saat malam hari merupakan hal mutlak yang dibutuhkan oleh setiap manusia untuk tetap melakukan aktivitas dengan nyaman. Saat ini lampu tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga sebagai sarana penunjang iklan dan komponen estetika ruang. Penggunaan lampu yang semakin luas menyebabkan jumlah populasi lampu semakin meningkat.

Kota New York di malam hari, dipotret dari ruang angkasa. Sumber: https://www.nasa.gov/sites/default/files/images/738475main_8601843216_1dc787a335_o-full_full.jpg

Polusi cahaya merupakan dampak buruk yang ditimbulkan oleh paparan cahaya artifisial yang terlalu berlebihan. Lampu yang tidak memiliki tudung memancarkan cahaya ke segala arah, termasuk ke arah atas. Cahaya dari lampu-lampu kota yang memancar ke atas menyebabkan polusi cahaya yang semakin tak terkendali seiring dengan bertambahnya jumlah pemakaian lampu di daerah pemukiman, terutama di kota-kota besar. Hal ini tentu saja sangat mengganggu aktivitas pengamatan yang dilakukan oleh para Astronom karena benda-benda langit tampak menjadi semakin redup, semakin sulit untuk diamati, dan semakin sedikit bintang yang dapat diamati.  Mata manusia mampu mengamati objek langit dengan magnitudo visual mencapai +6, kurang lebih sekitar 2500 objek langit yang dapat teramati oleh mata telanjang. Tetapi akibat dampak polusi cahaya, mata manusia hanya mampu mengamati objek dengan magnitudo visual maksimal +3.

Citra Spektrum Galaksi di Konstelasi Hercules Sumber: http://curious.astro.cornell.edu/about-us/116-observational-astronomy/stargazing/professional-observers/712-how-does-light-pollution-affect-astronomers-intermediate

Tidak hanya terbatas pada berkurangnya kemampuan pengamatan secara visual, tetapi pengamatan astronomi melalui spektrum benda langit juga ikut terganggu. Para astronom meneliti komponen suatu objek langit dengan mengambil sampel spketrum dan kemudian menguraikan berdasarkan komponen-komponen penyusunnya. Setiap garis-garis pancaran pada spektrum memiliki keunikan tersendiri. Dengan mempelajari garis-garis tersebut, astronom dapat memperkirakan komposisi kimia dan temperatur objek langit yang sedang diamati.

Sayangnya, polusi cahaya menjadi malapetaka bagi pengamatan melalui metode spektroskopi ini. Perhatikan spektogram dari suatu galaksi yang terletak di rasi Hercules, diambil dengan teleskop 200 inch di Observatorium Mount Palomar. Warna yang lebih merah berada di sebelah kiri, dan warna yang lebih biru berada di sebelah kanan. Garis horizontal terang yang melalui bagian tengah, sesungguhnya berasal dari cahaya galaksi yang teramati pada saat malam. Tetapi yang terlihat pada gambar di atas, garis terang vertikal itu berasal dari lampu merkuri yang ada di kota San Diego. Dari penjelasan tersebut, sangat jelas bahwa tentu saja dampak polusi cahaya sangat mengganggu proses pengamatan spektroskopi.

Lampu merkuri sangatlah terang dan memiliki jumlah garis-garis spektrum yang banyak, dan spektrumnya berinterferensi dengan spektrum benda langit hasil observasi astronomi yang bervariasi mulai dari rentang inframerah hinga ultraviolet. Hal ini membuat para astronom menyarankan pengurangan penggunaan terhadap lampu merkuri dan menggantinya dengan menggunakan lampu sodium. Lampu sodium hanya memiliki dua garis spektrum, sehingga tidak terlalu mengganggu pengamatan spektroskopi.

Referensi

Light Pollution Reduction Filter Sebagai Solusi Observasi Langit yang Tercemar

Main source: http://www.prairieastronomyclub.org/useful-filters-for-viewing-deep-sky-objects/ diakses pada 28 September 2017 pukul 20.35

https://www.celestron.com/blogs/celestron-in-the-community/4-strategies-for-urban-astronomers#

diakses pada 28 September 2017 pukul 20.53

http://www.amateurastronomy.org/wp-content/uploads/2016/12/00-E-Cairns-Milkyway-1170×781.jpg  diakses pada 28 September 2017 pukul 21.16

http://www.telescope.com/Accessories/Telescope-Eyepiece-Filters/Orion-SkyGlow-Broadband-Light-Pollution-Filters/pc/-1/c/3/sc/48/e/3.uts   diakses pada 28 September 2017 pukul 21.32

 

Polusi Cahaya: Musuh Astronom

Main source : http://curious.astro.cornell.edu/about-us/116-observational-astronomy/stargazing/professional-observers/712-how-does-light-pollution-affect-astronomers-intermediate diakses pada Selasa, 26 September 2017 pukul 13.56

http://www.asnsw.com/node/747 diakses pada Rabu, 27 September 2017 pukul 20.23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *