Cahaya Artifisial Mengganggu Migrasi Burung

himastron Artikel Leave a Comment

Cahaya Artifisial Mengganggu Migrasi Burung

Oleh: Oktafian Yusuf Prasetya (10316028)

Gambar 1. Migrasi Burung https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Grus_grus_-migrating_north-6a.jpg

Semua orang tahu bahwa burung memiliki tradisi untuk bermigrasi. Kebanyakan orang mengetahui bahwa burung bermigrasi pada siang hari. Tapi terdapat juga jenis burung yang bermigrasi pada malam hari. Mengejutkan bukan, bagaimana bisa burung terbang jauh pada malam hari? Dengan apakah mereka tahu arah yang dituju adalah arah yang benar?

Pada dasarnya semua jenis migrasi memiliki pengertian yang sama, yakni perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menetap. Migrasi yang dilakukan burung dikarenakan tempat tinggalnya mengalami pergantian musim. Burung yang merupakan jenis makhluk hidup berdarah panas cenderung memilih tempat tinggal yang temperaturnya tidak terlalu panas maupun terlalu dingin bagi tubuhnya. Apabila temperatur suatu lingkungan terlalu dingin maka burung akan bermigrasi ke daerah yang lebih hangat. Oleh karena itu, burung cenderung bermigrasi apabila daerah tempat tinggalnya mengalami pergantian musim dari musim panas ke musim dingin menuju daerah yang mengalami musim panas. Migrasi burung memiliki pola yang berbeda-beda, namun pada umumnya dari utara ke selatan ataupun sebaliknya. Apabila daerah bumi bagian utara mengalami musim dingin, maka burung akan bermigrasi ke selatan dan begitupun sebaliknya.

Migrasi burung memiliki banyak tujuan, antara lain: berkembang biak dan bertahan hidup. Burung akan memulai musim kawin setelah melakukan migrasi dari daerah sebelumnya. Selain itu dengan migrasi, burung dapat bertahan hidup. Apabila burung tidak melakukan migrasi pada musim dingin, mereka akan mengalami gangguan pada tubuhnya akibat temperatur yang dingin. Oleh karena itu, burung melakukan migrasi.

 

Gambar 2. Burung Flycather https://en.wikipedia.org/wiki/European_robin

Terdapat beberapa jenis burung yang bermigrasi pada malam hari, antara lain: flycatcher, cuckoos, warblers, vireos, orioles, dan sparrows. Kebanyakan dari burung yang bermigrasi pada malam hari adalah burung pengicau yang berukuran kecil. Mereka bermigrasi pada malam hari untuk menghindari predator yang dapat memangsa mereka ketika terbang. Pada keadaan normal, migrasi mereka dipandu dengan cahaya bulan dan bintang yang ada di langit. Cahaya-cahaya tersebut menjadi penunjuk arah bagi burung yang bermigrasi pada malam hari agar bisa mencapai tujuan migrasi mereka.

 Namun akibat adanya cahaya artifisial yang semakin banyak, membuat cahaya di langit semakin banyak pula. Akibatnya burung mengalami kebingungan Karena yang harusnya pedoman migrasi hanyalah cahaya dari bulan dan bintang membuat arah migrasi mereka terganggu. Hal ini menyebabkan burung yang harusnya bermigrasi ke tempat lain merubah tujuannya ke cahaya artifisal tersebut.

Gambar 3. Lokasi pusat jatuhnya burung http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/12/14/article-20742600F2DBB3100000578-930_634x330.jpg

Akibat banyaknya cahaya artifisial yang berada dalam ruangan membuat banyak burung yang menabrak kaca gedung dan banyak dari burung yang menabrak kaca tersebut mati. Pada bulan Desember 2014 di kota St. George, Utah, Amerika Serikat terjadi sebuah musibah, dimana ditemukakan ribuan burung yang jatuh dekat parkiran supermarket di kota tersebut. Para peneliti mengungkapkan bahwa burung-burung tersebut mengira bahwa daerah tersebut adalah tujuan migrasi mereka, namun mereka salah. Setidaknya ada 1500 burung yang mati akibat menabrak gedung-gedung maupun tiang-tiang pada daerah tersebut. Namun, ada sekitar 3000 ekor burung yang selamat.

 

Sumber :

http://web.colby.edu/mainebirds/2011/11/09/nocturnal-migration/

https://www.sciencedaily.com/releases/2008/07/080707132313.htm

http://www.dailymail.co.uk/news/article-2074260/Thousands-migratory-birds-crash-land–mistaking-Wal-Mart-car-park-sea.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *