Teleskop Zeiss, Si Penghubung Bintang Ganda

himastron Ilmiah Leave a Comment

Suatu bangunan megah di sebuah lapangan berumput hijau berdiri tegar di tanah Lembang. Bangunan itu adalah saksi bisu hubungan kasih antara manusia dengan ciptaan Tuhan, langit malam yang menyembunyikan keindahannya dari mata manusia. Ia mengungkap yang satu sebenarnya dua dan membuka mata manusia bahwa semesta ini terlalu unik untuk sekadar dipandang.

Bangunan Kupel

Bangunan Kupel

Bangunan itu bernama Kupel yang berdiri di komplek Observatorium Bosscha dan menjadi salah satu bangunan legenda di Observatorium yang mulai didirikan pada tahun 1923 tersebut. Orang sering menyalah artikan bahwa Kupel merupakan bangunan Bosscha, padahal Kupel sendiri adalah salah satu dari beberapa teleskop yang beristana di observatorium tersebut. Kupel merupakan merupakan rumah teleskop dari teleskop utama yang berada di Observatorium Bosscha yang bernama Zeiss.

Teleskop Zeiss

Teleskop Zeiss

Zeiss merupakan teleskop buatan Jerman yang merupakan hasil dari korespondensi astronom Belanda, `George Erardus Gijsbertus Voute dengan astronom-astronom Eropa. Beliau mengusulkan teleskop refraktor (teleskop dengan menggunakan lensa) dengan fokus yang panjang. Pemilihan teleskop ini didukung oleh ambisi pribadi Beliau untuk mengukur posisi dan separasi sudut bintang ganda di langit belahan selatan. Saat itu, pengamatan bintang ganda merupakan isu yang sedang hangat dikalangan astronom internasional. Selain itu, observatorium besar di belahan Bumi selatan hanya satu saat itu yaitu Royal Observatory, Cape of Good Hope sehingga peluang Observatorium Bosscha saat itu menjadi besar dalam mengungkap rahasia langit di belahan selatan.

Teleskop Zeiss memiliki spesifikasi yang unggul pada masanya. Zeiss memiliki panjang fokus sekitar 11 meter dan diameternya 60 sentimeter. Dengan spesifikasi ini, teleskop ini dapat memisahkan dua benda dengan separasi sudut sekitar 0,2 detik busur. Teleskop ini terdiri atas dua teleskop utama dan satu finder atau teleskop pencari objek dengan diameter 40 sentimeter. Finder teleskop Zeiss memiliki medan pandang (cakupan langit yang dapat diamati menggunakan finder) sebesar 1,5 derajat atau tiga kali diameter bulan purnama.

Teleskop Zeiss sampai saat ini masih digunakan untuk penelitian astronomi. Sama seperti seorang dokter yang mempunyai spesialisasi sendiri, teleskop Zeiss seperti seorang dokter yang khusus menangani penelitian bintang ganda. Penelitian tersebut dilakukan oleh dosen Astronomi ITB, peneliti astronomi baik dari Observatorium Bosscha dan internasional serta mahasiswa astronomi yang sedang melakukan praktikum atau tugas akhir.

Bintang ganda adalah dua buah bintang yang terikat oleh gravitasi pusat massa. Kedua bintang memiliki kecepatan masing-masing bergantung pada massa bintang. Bintang ganda ada beberapa jenis yaitu bintang ganda visual, bintang ganda astrometri, bintang ganda spektroskopi dan bintang ganda gerhana. Untuk pengamatan bintang ganda yang dilakukan menggunakan teleskop Zeiss biasanya berfokus pada bintang ganda visual untuk menentukan separasi jarak antara kedua bintang. Bintang ganda visual adalah bintang ganda yang jarak antar kedua bintang jauh sehingga dapat dilihat melalui teleskop. Sejak pertama kali beroperasi hingga sekarang, terdapat sekitar 10.000 data pengamatan bintang ganda visual yang diperoleh dengan bantuan teleskop ini.

Pengamatan bintang ganda yang telah dilakukan dari awal observatorium mulai beroperasi diantaranya pengamatan parameter orbit dari bintang Sirius B. Sirius adalah bintang paling terang di rasi Canis Mayor sekaligus bintang yang paling terang di langit malam. Pada tahun 1862 bintang Sirius diketahui memiliki pasangan yang sangat redup dan hingga saat ini pasangan dari bintang Sirius yang ditemukan tersebut  bernama bintang Sirius B. Pada masa awal, Observatorium Bosscha ikut mengambil andil dalam pengamatan bintang tersebut.

Selain melakukan pengamatan pada bintang Sirius B, Observatorium Bosscha dengan menggunakan teleskop Zeiss juga melakukan pengamatan pada parameter orbit bintang ganda lainnya. Seperti yang diungkapkan dalam makalah yang ditulis oleh Jasinta, dkk pada tahun 1995 dan tahun 1999, tercatat bahwa pengamatan fotografi bintang ganda visual pada tahun 1987-1989 mencapai 221 bintang ganda. Pada tahun 1980 dan 1990-1991 tercatat mengamati 399 bintang ganda visual yang telah tercatat dalam katalog Hipparcos Input Catalogue (HIC) dan 72 bintang ganda visual pada tahun 1992-1997. Selain publikasi tersebut, adapula publikasi lain yang berkaitan dengan bintang ganda visual antara lain mengenai parameter orbit bintang WDS 17190-3459 yang ditulis oleh Rukman Nugraha dan S. Siregar  serta parameter orbit bintang Xi Ursa Majoris yang ditulis oleh S.Siregar dan D. Hadi Nugroho.

Tantangan saat ini dalam mengamati bintang ganda dengan menggunakan Teleskop Zeiss adalah keadaan atmosfer di Observatorium Bosscha. Akibat turbulensi udara akibat tekanan yang berbeda di atmosfer, hal tersebut dapat mengganggu pengamatan bintang ganda terutama untuk bintang dengan jarak sudut yang sangat dekat. Ketika mengamati bintang ganda dengan jarak sudut bintang sangat dekat dan terjadi turbulensi saat itu, maka yang terjadi adalah citra bintang menjadi bergoyang dan kedua bintang seolah menyatu sehingga tidak dapat dipisahkan. Untuk mengatasi hal ini, astronom atau mahasiswa Astronomi yang ingin meneliti tentang parameter orbit harus menggunakan suatu teknik olah data dalam astronomi salah satunya adalah Speckle interferometry. Selain tantangan tersebut, kiriman polusi cahaya dari Kota Bandung juga menggangu pengamatan sehingga susah mencari objek-objek yang redup.

Walaupun usia teleskop Zeiss sudah mencapai kepala sembilan, namun teleskop ini masih digunakan hingga sekarang untuk pengamatan bintang ganda visual oleh mahasiswa Astronomi ITB dan peneliti dalam bidang astronomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *