Ilustrasi Dark Matter

Apa itu Dark Matter?

himastron Ilmiah 1 Comment

Ilustrasi Dark Matter

Dark matter. Sumber  : http://chinese.fansshare.com/gallery/photos/15002031/dark-matter-and-mass-of-black-hole-movie/?displaying

Dark matter atau materi gelap merupakan materi yang menyusun alam semesta. Sebagian besar massa yang berada di alam semesta merupakan dark matter. Kata “dark” yang artinya gelap menunjukan bahwa sifat dark matter tidak seperti bintang-bintang yang memiliki cahaya. Dark matter disebut dark karena tidak dapat berinteraksi dengan electromagnetic fields (medan elektromagnetik – cahaya).

Dark matter tidak dapat dideteksi menggunakan radiasi, baik dari radiasi yang dipancarkan oleh dark matter itu sendiri maupun penyerapan radiasi yang melewati dark matter. Keberadaan dark matter dapat dibuktikan melalui efek gravitasi pada objek yang tampak seperti galaksi dan bintang-bintang. Dark matter menjaga bintang-bintang dan planet-planet di dalam galaksi Bimasakti kita tetap berkumpul berdekatan, meskipun jarak antar galaksi semakin menjauh.

Mengenal awal penemuan Dark Matter

Awalnya, ilmuwan beranggapan bahwa materi dan energi tersusun dari proton, elektron, dan neutron, serta hanya ketiga partikel tersebut yang menyusun seluruh substansi yang ada di alam semesta. Akan tetapi, setelah dilakukan pengamatan benda-benda langit (astronomical observation), diketahui terdapat bentuk materi tidak kasat mata yang berperan besar terhadap terjadinya berbagai fenomena fisika di alam semesta. Materi tersebut kemudian diberi nama dark matter.

Dalam upaya mengungkapkan misteri dark matter, para ilmuwan menggunakan dua pendekatan. Pertama, pendekatan observasional atau pengamatan, dan kedua, pendekatan teoretis. Dengan menggunakan pendekatan teoretis, didapatkan bahwa total gaya yang dibutuhkan untuk memicu terjadinya Big Bang (ledakan besar yang memulai pembentukan alam semesta) dapat dimisalkan sebagai X. Sedangkan melalui pendekatan observasional dengan mengamati laju ekspansi alam semesta, total gaya yang dibutuhkan ternyata lebih kecil daripada X, misalnya sebesar Y. Hal ini berarti melalui pendekatan teoretis dapat diketahui terdapat suatu gaya yang “menghambat” laju ekspansi X menjadi sebesar Y. Gaya tersebut disebut gaya gravitasi (Z). Hubungan ketiga gaya tersebut dapat dituliskan sebagai Z = X-Y.

Di sisi lain, dengan menggunakan pendekatan observasional para ahli astrofisika menemukan suatu fakta yang unik. Ternyata total gaya gravitasi di alam semesta tidak sebesar Z, melainkan lebih kecil daripada itu, misalnya disebut sebesar z (z kecil).

Selisih antara besaran Z dengan besaran z  (Z-z) atau △Z (delta Z) inilah yang disebut sebagai Dark MatterDark matter berperan besar dalam interaksi gravitasi di jagat raya, serta bertanggung jawab terhadap keseragaman kecepatan rotasi seluruh galaksi di alam semesta.

Comments 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *