OBSERVASI MALAM DAN OBSERVASI MATAHARI

Alifa Zahra 1 Comment

Kegiatan observasi malam maupun observasi Matahari merupakan kegiatan rutin dari Himpunan Mahasiswa Astronomi (Himastron) ITB. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk program kerja dari Divisi Keprofesian Himastron ITB. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa pengamatan astronomi dan pelatihan teleskop sudah sering dilakukan untuk menunjang kemampuan sebagai mahasiswa astronomi. Sehingga, Himastron ITB tergerak untuk melakukan suatu kegiatan pengamatan (observasi) yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum, khususnya masyarakat Bandung.

 

Selain sebagai ajang untuk menjelaskan mengenai fenomena dan objek astronomi langsung kepada masyarakat, dalam kegiatan ini Himastron juga bertujuan untuk memperkenalkan Program Studi Astronomi ITB yang selama ini mungkin kurang diketahui oleh masyarakat. Selain itu, kegiatan observasi ini juga dilakukan untuk memberikan sedikit gambaran mengenai sistem kerja perangkat astronomi seperti teleskop. Kegiatan observasi ini dilakukan dengan menggunakan satu set teleskop reflektor Vixen VMC200L yang memiliki diameter cermin utama 20 cm.

 

Teleskop Vixen VMC200L

Sumber: http://www.teleskope.com/out/pictures/master/product/1/b4a84013e268e94bdbc

3db77137cdf86_vix-2733.jpg

 

Kegiatan observasi ini dibagi menjadi menjadi dua jenis, yaitu observasi malam dan observasi Matahari, keduanya bersifat gratis dan terbuka untuk umum. Observasi malam yang diberi nama “Starry Night Observation” biasanya dilaksanakan di dalam atau di luar kampus ITB Ganesha yang meliputi pengamatan objek langit malam dan/atau fenomena astronomi yang menarik dengan menggunakan teleskop. Sedangkan, observasi Matahari yang diberi nama “SUN-Day Observation” dilaksanakan di luar kampus yang meliputi pengamatan Matahari dengan menggunakan teleskop yang dilengkapi dengan filter Matahari.

 

Di tahun 2015 ini, Himastron ITB telah melaksanakan enam kali kegiatan observasi, yaitu tiga kali observasi malam dan tiga kali observasi Matahari. Keenam observasi tersebut dilaksanakan pada waktu dan tempat sebagai berikut.

a. Minggu, 1 Maret 2015 pukul 07.00-10.00 di Car Free Day Dago

 

IMG_20150301_081757

Antrean pengunjung yang ingin mengamati Matahari menggunakan teleskop ada kegiatan SUN-Day Observation 1 Maret 2015

b. Sabtu, 4 April 2015 pukul 18.00-20.00 di selasar Masjid Raya Bandung

Himastron ITB bekerja sama dengan Observatorium Bosscha dalam mengadakan pengamatan peristiwa Gerhana Bulan Total 4 April 2015 ini. Namun, Gerhana Bulan Total tersebut tidak dapat teramati karena terkendala mendung dan hujan.

 

11136728_10204273581065993_3776929921814966265_n

Penjelasan kepada pengunjung mengenai gerhana Bulan dan teleskop pada kegiatan Observasi Gerhana Bulan Total 4 April 2015

c. Kamis, 14 Mei 2015 pukul 18.45-20.30 di TK Islam Terpadu Zaid Bin Tsabit Bojongsoang, Bandung

Pada kegiatan ini, objek yang diamati adalah Jupiter dan bintang α Centauri.

 

1432683299418

d. Selasa, 26 Mei 2015 pukul 09.00-10.00 di TK Binekas, Bandung

 

1432707792528

Anak-anak dari TK Binekas Bandung sedang mengantre untuk mengamati Matahari menggunakan teleskop

e. Minggu, 27 September 2015 pukul 07.00-10.00 di Car Free Day Dago

IMG_2660

Seorang anak yang sangat senang ketika mengamati Matahari dengan menggunakan kacamata Matahari pada kegiatan SUN-Day Observation 27 September 2015

DSC_1797

Seorang pengunjung yang sedang mengamati Matahari dari teleskop pada kegiatan SUN-Day Observation 27 September 2015

f. Sabtu, 10 Oktober 2015 pukul 18.30-21.00 di Lapangan CC Timur ITB

Kegiatan Starry Night Observation 10 Oktober 2015 ini merupakan bagian dari perayaan World Space Week (Pekan Antariksa Dunia) 2015 oleh Himastron ITB. World Space Week merupakan kegiatan perayaan yang dirayakan tiap tahunnya pada tanggal 4-10 Oktober. Pada kegiatan ini, objek yang diamati adalah bintang Altair, Fomalhaut, dan Algedi.

Minat mahasiswa dan masyarakat umum dalam kegiatan ini ternyata sangat besar terbukti dengan jumlah pengunjung untuk kegiatan observasi malam dapat mencapai lebih dari 100 orang, sedangkan untuk kegiatan observasi Matahari berada di rentang 300 – 600 orang. Kegiatan observasi Matahari pada 27 September 2015 memiliki rekor pengunjung terbanyak yang mencapai 636 orang. Kegiatan observasi Matahari akan diadakan kembali pada hari Minggu, 8 November 2015 di kawasan Car Free Day Dago, tepatnya di depan papan “Evieta Klappertaart”. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Untuk informasi lebih lanjut, follow akun Twitter resmi Himastron ITB di @Himastron_ITB dan akun Line resminya di @nao9683e. Jadi, jangan sampai ketinggalan ya.

Poster obmat terbaru copy

Poster kegiatan SUN-Day Observation 8 November 2015

 

oleh: Muhammad Bayu Saputra (10312024), Divisi Keprofesian Himastron ITB

Comments 1

  1. Ir. Budi Widodo, MT

    Saya menyambut positip pembelajaran alam semesta kepada masyarakat melalui kegiatan ini.
    Setelah mengamati matahari yang luar biasa di Car Free Day Dago pada hari minggu pagi tgl 8 Nopember 2015, sayangnya cuaca agak berkabut, namun nampak jelas matahari berwarna orange.
    Saya melihat visualisasi matahari di internet seoerti bola api raksasa yang menjulurkan lidah-lidah api.
    Apakah peralatan teleskop reflektor Vixen VMC200L belum mampu menampi;kan gambar seperti di internet ?
    Kapan masyarakat bisa ikut observasi alam semesta dimalam hari ?
    Terima-kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *