Kaderisasi himastron

AdminH 3 Comments

Pernahkan teman-teman mengikuti pelatihan OSIS di sekolah teman-teman?atau pelatihan untuk menjadi anggota suatu organisasi? Pelatihan tersebut merupakan salah satu proses kaderisasi. Kaderisasi, menurut KBBI, merupakan proses, cara, perbuatan mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader. Kader itu sendiri merujuk pada orang yg diharapkan akan memegang peran penting di organisasi tertentu. Kaderisasi adalah proses yang panjang dan bertahap. Pelatihan OSIS atau organisasi lain yang teman-teman pernah ikuti hanyalah sebagian kecil dari proses kaderisasi. Metode yang digunakan dalam kaderisasi pun juga sangat beragam, mulai dari kontak fisik, seminar, amazing race, olahraga, dll. Akan tetapi dengan seiringnya zaman, beberapa metode kaderisasi yang “keras” mulai berguguran.
Kaderisasi ITB
Terdapat pola umum kaderisasi berjenjang yang dilakukan oleh organisasi di ITB. Pada awal kuliah, mahasiswa tingkat satu akan diarahkan untuk mengikuti kegiatan Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (OSKM ITB). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru dengan lingkungan ITB dan organisasi kemahasiswaan pusat ITB (KM ITB). Selain kaderisasi pusat, mahasiswa tingkat satu juga mengalami kaderisasi dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (UKM ITB). UKM ITB cukup banyak dan bervariasi dengan total 80 organisasi (5 rumpun agama, 5 rumpun media, 6 rumpun keilmuan, 12 rumpun pendidikan, dan 26 rumpun olahraga). Sebagian fakultas atau sekolah di ITB pada semester 2 juga mengadakan kaderisasi fakultas untuk mahasiswa tingkat satu dengan tujuan mengenalkan jurusan atau prodi yang ada di fakultas tersebut. Menginjak tingkat dua, mahasiswa sudah mulai memasuki salah satu jurusan di fakultas, sehingga mahasiswa tingkat dua mengalami kaderisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Institut Teknologi Bandung (HMJ ITB). ITB tidak memiliki Himpunan ataupun sejenis BEM fakultas. Pada tingkat tiga kaderisasi yang dilakukan adalah ketika mahasiswa tersebut mengemban amanah tertentu, baik itu di himpunan, di unit, maupun di KM ITB. Mahasiswa tingkat tiga merupakan tingkat dimana dia akan mengalami proses memberi dan menerima sesuai dengan beban posisi yang diemban. Sebagai contoh dalam himpunan, mahasiswa tingkat tiga menjadi kader atau panitia untuk kaderisasi mahasiswa tingkat dua. Sedangkan saat tingkat akhir, kebanyakan mahasiswa akan fokus di akademik (tugas akhir), sehingga kontribusi dalam himpunan, kabinet, maupun unit tidak terlalu banyak. Akan tetapi banyak organisasi di ITB meminta bantuan mahasiswa tingkat akhir untuk menjadi penasihat dan pembimbing adik tingkat dalam menjalankan organisasi di ITB, baik itu unit, kabinet, maupun himpunan.
Tentu saja hal yang telah dipaparkan di atas adalah kaderisasi secara umum. Masih banyak proses kaderisasi yang terjadi di ITB, misal kepanitian acara besar ITB, atau paguyuban mahasiswa daerah, dsb. Dengan kaderisasi berjenjang ini, diharapkan bahwa mahasiswa ITB memiliki sudut pandang yang luas berdasarkan pengalaman organisasi yang telah dilalui.
Kaderisasi HIMASTRON
Himpunan Mahasiswa Astronomi (Himastron) merupakan salah satu HMJ di ITB. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, HMJ merupakan salah satu sektor penting kaderisasi. Karena kami adalah Himastron, kurang layak kalau tidak membahas tentang kaderisasi di Himastron. Selayaknya suatu organisasi resmi, Himastron memiliki aturan dasar dalam bergerak. Aturan ini disebut dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Himpunan Mahasiswa Astronomi (AD/ART Himastron). Kaderisasi merupakan salah satu acara besar Himastron, sehingga dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan AD/ART Himastron. Kaderisasi Himastron meliputi beberapa tahap dan berjenjang. Kaderisasi awal Himastron dimulai sejak semester tiga, yaitu ketika mahasiswa baru memasuki program studi. Dalam Himastron, mahasiswa semester tiga disebut dengan anggota muda Himastron. Berikut adalah rangkaian proses kaderisasi di Himastron :
Semester 3. Anggota muda akan mengikuti masa pembinaan, disebut dengan Pembinaan Anggota Muda (PAM), agar dapat menjadi anggota biasa Himastron ITB. Selain PAM, mereka juga akan melewati serangkaian proses yang telah dipersiapkan oleh pengurus sebelumnya, sebagai bekal persiapan menjadi pengurus Himastron
Semester 4. Anggota biasa mahasiwa astronomi tingkat dua akan dipersilahkan memasuki badan kepengurusan Himastron. Mereka akan bekerja sama dengan anggota biasa mahasiswa astronomi tingkat tiga yang telah memiliki pengalaman menjadi pengurus pada tahun sebelumnya. Badan pengurus yang terbentuk akan menentukan dan menjalankan program kerja yang disetujui bersama.
Semester 5. Anggota pengurus akan melaksanakan program kerja yang pada semester sebelumnya belum terealisasikan. Pengurus pada semester ini akan merancang kegiatan Pembinaan Anggota Muda (PAM) untuk anggota muda Himastron, sebagai bentuk kaderisasi awal Himastron. Kaderisasi pada tahap ini bagi pengurus adalah proses memberi dan menerima sebagai panitia PAM.
Semester 6 – 7. Badan kepengurusan sebelumnya akan turun jabatan. Anggota biasa mahasiwa tingkat tiga akan diberi tanggungjawab lebih dalam kepengurusan baru. Mereka akan mengisi jajaran ring satu dalam kepengurusan baru, seperti ketua Himastron, dan ketua divisi. Selain itu, mereka juga diberi tanggungjawab untuk membimbing anggota biasa mahasiswa tingkat dua dalam kepengurusan setahun ke depan.

Semester 8. Anggota biasa mahasiswa tingkat empat akan keluar dari badan kepengurusan Himastron. Pada tahap ini, mereka lebih bertindak sebagai penjaga nilai, penasihat, dan pembimbing dalam menjalankan kepengurusan.

Riska wahyu romadhonia

Comments 3

    1. Post
      Author
      1. jabbar hanacaraka

        kegiatan himastron seperti apa min? udah jarang tinggal di bandung lagi. hehe. makasih min atas reply-nya semoga web-nya menjadi berguna untuk orang banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *